Jumat, 05 Juli 2013

kesedihan yang (belum) berujung

sediiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

anakku sekarang udah 20 bulan. dan sedang dalam masa2 paling sulit membesarkannya. nangis terus, gak mau makan, sensitif, gampang sakit, sulit banget diaturnya. :(.
mulai dari dokter umum, spesialis anak sampai ke orang pinter segala tapi masih nihil.
sekarang hanya kupasrahkan kepada yang maha berkehendak. semoga Dia menjadikan putriku jadi anak yang solehah, sehat selalu, panjang umur, pintar dan ceria. amin Ya Robbal alamiin.

Kamis, 18 Agustus 2011

Tanda-tanda Melahirkan


Tanda Tanda Melahirkan


Setiap persalinan dan kelahiran itu unik, dan ada banyak sekali ragam pengalaman yang bisa diperoleh. Anda tidak dapat memperkirakan secara pasti bagaimana atau kapan proses persalinan Anda akan dimulai.

Waspadai tanda-tanda berikut ini:



Lepasnya Sumbat Lendir (operculum)



Hal ini merupakan pelepasan sumbat lender (operculum), yang menutup pembukaan serviks. Bentuknya bisa berupa gumpalan jelly berwarna merah muda; atau dapat juga berbentuk serangkaian potongan yang lebih kecil; warnyanya bisa saja lebih merah. Sumbat ini ‘lepas’ karena serviks mulai merenggang dan melunak – tetapi ini tidak berarti akan terjadi sesuatu sekarang. Ini dapat berarti proses persalinan akan dimulai kapan saja antara dua jam lagi hingga beberapa hari lagi.

Robeknya selaput atau ‘pecahnya ketuban’



Selaput yang dimaksud adalah kantung air atau kantung ketuban, yang menampung cairan ketuban yang mengelilingi si bayi. Ketika selaput robek, cairan ketuban keluar. Ini dapat terjadi seperti cairan yang tiba-tiba menyembur, tetapi biasanya lebih seperti tetesan perlahan. Panggil bidan Anda atau Rumah Sakit jika Anda mengetahui bahwa ketuban Anda pecah, dan mintalah saran mereka. Mereka mungkin menganjurkan Anda untuk datang – ada resiko infeksi jika ketuban pecah dan bayi menunggu terlalu lama untuk dilahirkan. Juga ada resiko kepala bayi Anda tidak berada di panggul, karena air ketuban juga dapat mendorong tali pusar ke bawah. Kondisi bisa menyebabkan bayi Anda menekannya – dan berarti ada resiko terhadap suplai oksigen bayi. Sebagian besar wanita yang air ketubannya pecah mengalami persalinan normal, dan tidak terlalu lama setelahnya.

Kontraksi



Hitung jumlah dan jarak waktu kontraksi. Jika kontraksi terus mendekat dalam waktu satu atau dua jam, dan berlangsung lebih lama dari 40 detik, dan bertambah kuat, kemungkinan besar itu adalah kontraksi persalinan.

Tanya Jawab



Q: Apa sih kontraksi itu?

A: Rahim merupakan jaringan serat otot yang kompleks. Serat-serat ini berkontraksi dan memendek, untuk menarik serviks dan meningkatkan tekanan ke bawah di bagian atas rahim. Pada saat puncak kontraksi, serat otot ada di saat terpendeknya…. dan selanjutnya mereka relaksasi dan hilanglah kontraksi. Akan tetapi, setiap kontraksi otot menyebabkan otot lebih pendek sedikit dari sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan serviks sedikit lebih terbuka dibanding sebelumnya dan bayi bergerak lebih ke bawah.

Q: Apakah kontraksi itu menyakitkan?

A: Ya, bagi hampir semua wanita. Mereka merasa seperti ada yang mengencang secara perlahan-lahan di perut Anda – jika Anda pernah mengalami rasa sakit pra-menstruasi (yang juga merupakan kontraksi rahim), seperti itulah kira-kira rasa sakitnya. Beberapa wanita merasakannya di punggung atau paha mereka.






Selasa, 16 Agustus 2011

Tanda-tanda Persalinan :))


Sebelum si kecil hadir masih ada satu perjuangan puncak yang harus dilalui setiap Ibu. Perjuangan ini mengakhiri tugas yang telah diemban selama 9 bulan sebagai ibu hamil. Puncak perjuangan itu dinamai “Persalinan”. Sebuah episode yang selalu dirindu dan dinanti setiap Ibu hamil. Siapkan serangkaian doa dan dzikir ringan yang akan dipanjatkan ketika sedang menikmati bukaan demi bukaan leher rahim.

Ketika masa bersalin itu tiba banyak hal yang akan terjadi di dalam rahim. Ada 4 tahapan proses persalinan yaitu :
1. Tahap Persalinan Awal
Pada tahap ini leher rahim membuka sampai selebar 3 cm. Kontraksi mulai berjalan teratur (lama kontraksi 30-60 detik, dengan frekuensi 5-20 menit sekali). Mulas ringan akan terasa, hadapilah dengan tetap tenang dan jangan panik. Setiap kali mulas mulai terasa, segera ambil nafas dalam-dalam lewat hidung dan keluarkan perlahan lewat mulut. Untuk membantu mempercepat bukaan lakukan aktivitas ringan seperti berjalan-jalan. Jangan pernah mengeluh, berbaring di atas kasur, ketakutan, dan marah. Alihkan rasa mulas dengan berdzikir dan panjatkan doa sebanyak-banyaknya.
2. Tahap Persalinan Aktif
Masa ini akan berlangsung ketika frekuensi his ata rasa mulas semakin sering dan stabil. Leher rahim pada tahap ini membuka 4-6 cm dan kontraksi berlangsung lebih lama (60-75 detik), terasa kuat dan sering (1-3 menit sekali). Di masa ini mulasnya makin kuat dan bercampur dengan rasa sakit, linu, pegal dari daerah perut sampai paha. Tetap tenangkanlah hati Anda. Tetap mengingat Allah, karena dengan mengingat-Nya hati menjadi tenang. Terus berdzikir dan berdoa. Jangan pernah sedikit pun berpaling dari Allah.
3. Tahap Transisi
Tahap transisi ini merupakan :
a. Tahap tersulit sekaligus paling cepat.
b. Leher rahim membuka maksimal (8-10 cm).
c. Kontraksi sangat panjang (90-120 detik) dan lebih sering (tiap menit) sehingga seolah-olah tiada henti dan sangat kuat.
d. Adanya keinginan mengejan, tapi ingat jangan dulu sebelum ada komando dari bidan/dokter.
Dengan tetap kontak batin dengan Allah, bersiaplah mendengar komando dari bidan/dokter.
Jika bukaan belum lengkap sebaiknya :
a. Jangan mengejan dulu, walaupun rasanya ingin sekali mengejan.
b. Tahan sekuat tenaga, agar pembuluh darah sekitar mulut rahim tidak bengkak.
c. Jika merasaan ingin BAB semakin kuat, BABnya harus diatas kasur, karena dikhawatirkan yang keluar bukan feces melainkan kepala bayi.
d. Tetap tenang dan jangan panik.
e. Jika Ibu merasa kesulitan bernafas panjang lewat hidung, maka bernafaslah seperti orang yang kepedasan, lewat mulut.
f. Jangan menjerit-jerit dan meronta, karena itu akan membuat energi kita terkuras habis.
g. Ingat, segala rasa nyeri jangan dilawan, tetapi dinikmati.
Dalam hitungan menit insya Allah semua akan berakhir dengan indah.

4. Persalinan
Kondisi berikut ini menandakan bahwa si kecil tak sabar lagi segera keluar :
a. Mulut rahim benar-benar sudah terbuka dan menipis.
b. Dorongan mengejan tidak dapat dikendalikan lagi.
c. Maka mengejanlah sesuai petunjuk bidan/dokter.
Ingatlah bahwa :
a. Ketika mengejan jangan mengeluarkan suara karena akan merusak pita suara.
b. Jangan memejamkan mata karena pembuluh darah mata dapat pecah.
c. Arahkan pandangan pada pusar.
d. Jangan sampai Anda tertidur (ngalenyap/keturon) ketika sedang mengejan, karena membuat bayi terlalu di liang jalan lahir dan hal ini membahayakan.
Ketika bayi mungil itu keluar melewat rahim, akan terasa nikmat sekali. Bayi yang masih berlumur air ketuban ditidurkan di atas perut dan terdengar tangisan pertamanya, adalah obat yang dahsyat, yang akan membuat Ibu lupa rasanya mulas, nyerinya perut, dan panasnya pinggul. Sambut dengan hamdalah, ucapkan salam serta doa pada buah hati Anda.